Posted in: Berita

Membentuk Kepribadian Anak Melalui Marching Band

Latihan bersama ribuan jam, berbulan- bulan apalagi bertahun- tahun bukan salah satunya tantangan anggota regu marching band. Dengan jumlah regu puluhan apalagi ratusan, tim marching band pula butuh silih menyesuaikan diri, menerima serta menguasai perbandingan, buat setelah itu bergerak bersama dalam keharmonisan irama, menunjukkan satu pertunjukkan megah berdurasi optimal 12 menit saja. Proses latihan tim marching band membagikan banyak pendidikan pada anggotanya.

Bila semenjak dini kanak- kanak bergabung di tim marching band, beberapa kepribadian positif dapat terbangun darinya. Lisa Ayodhia, Pimpinan Yayasan Grand Prix Marching Band yang pula pemain marching band di masa 70- an, berkata banyak khasiat positif yang dapat didapatkan anak kala berlatih serta bermain musik di marching band. Tidak cuma memainkan perlengkapan musik, marching band pula membagikan peluang pada anak buat berkreativitas cocok atensi serta kemampuannya. Alasannya, marching band memerlukan banyak talenta bukan cuma buat memainkan perlengkapan musik yang bermacam- macam, tetapi pula talenta yang memiliki banyak kedudukan dalam satu pertunjukkan jual peralatan drumband .

” Marching band mengarahkan ketertiban, kebersamaan, kesabaran. Yang turut marching band memiliki kebanggaan. Otaknya pula pintar sebab memicu koordinasi otak dikala latihan,” ucapnya dikala peluncuran novel bertajuk 12 Menit, di Torino Cafe Jakarta, Rabu( 26/ 6/ 2013). Bergabung dalam tim marching band, lanjut Lisa, pula dapat mengarahkan anak buat menghargai perbandingan.

” Anak dapat belajar menghormati perbandingan serta melindungi kebersamaan,” tuturnya. Dengan banyaknya anggota regu marching band, puluhan sampai ratusan per regu, kanak- kanak pula dapat belajar mengelola konflik. Lisa berkata friksi dapat dengan mudahnya timbul dalam regu beranggotakan banyak individu serta kepribadian ini. Tetapi tantangannya gimana mengalami friksi ini supaya tidak jadi pemecah, tetapi malah pemersatu demi mewujudkan satu impian sama, ialah menunjukkan pertunjukkan yang optimal serta jadi juara bila menjajaki perlombaan.

Lisa menguraikan marching band pula mendidik anak

metode bersosialisasi serta berorganisasi. Satu kelompok orang dalam regu marching band yang mempunyai impian pula tujuan sama, membagikan peluang pada anak buat dapat berbaur serta menyesuaikan diri. Tetapi utamanya merupakan anak berkembang jadi individu yang mempunyai disiplin besar. Telat satu menit saja tiba latihan ini berakibat pada kekompakan tim. Kelebihan satu menit saja dikala tampak dengan durasi optimal 12 menit, tim hendak terserang pinalti. Marching band mengarahkan ketertiban. Serta lama- lama ketertiban ini jadi kepribadian yang tertanam dalam diri anak dengan sendirinya.” Kepribadian disiplin serta yang lain dapat dibentuk dengan berlatih marching band, jadi siapa juga dapat turut,” jelasnya. Dia meningkatkan, marching band dapat dikenalkan kepada anak semenjak masa halaman anak- anak sampai berumur 16- 17 apalagi lebih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *